Lupa Nomor Rekening? Inilah 3 Cara Mengetahuinya

kirim-uang
Kirim Uang

Pernahkah dimintai nomor rekening alias norek bank? Syukur kalau ingat nomornya, bagaimana kalau ternyata lupa? Terpaksa, cara yang paling sering dilakukan adalah membuka lagi buku tabungan untuk menuliskan nomor rekening. Tapi tentu saja transaksi harus tertunda sementara waktu atau tidak bisa secepat yang diharapkan sebagai konsekuensinya.

Karena nomor tersebut cukup penting dalam sebuah transaksi keuangan, ada sejumlah cara yang dapat membantu Anda untuk mengetahuinya. Bagaimana caranya? Berikut ini ulasannya.

1. Cari Tahu di Buku Tabungan

Cara yang satu ini barangkali sudah banyak yang mengetahuinya. Selain menyimpan catatan saldo, uang yang terdebit, dan terkredit, juga menyimpan beberapa informasi lain. Salah satunya adalah nomor rekening yang letaknya bisa ditemukan di balik covernya. Nah, bagi Anda yang kebetulan membawanya, segera buka buku tabungan Anda dan perhatikan informasi yang tercantum di balik cover. Anda akan menemukan nomor yang Anda cari.

2. Cek di Mesin ATM

Fungsi ATM yang telah banyak diketahui banyak orang adalah memberi layanan penarikan uang tunai. Cukup masukkan kartu ATM, lalu input nomor PIN (Personal Identification Number)  Anda dan memilih nominal yang ingin ditarik. Maka uang tunai akan keluar dari mesin yang jumlahnya sesuai dengan yang Anda pilih. Di samping itu, ATM mempunyai banyak fungsi lainnya. Mulai dari pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran tagihan, pembelian pulsa, sampai setor tunai.

Ternyata ada satu fungsi yang belum banyak orang tahu dari ATM, yaitu bisa digunakan untuk mengecek nomor rekening. Bagaimana caranya? Saat memakai mesin ATM, tersedia beberapa menu yang dapat membantu Anda dalam menggunakan mesin ATM. Bagi nasabah Bank BRI dan BNI, cari dan pilihlah menu Mutasi Rekening, maka nomor tabungan akan ditampilkan berikut histori transaksi keuangan terakhir. Jangan lupa catat norek Anda dengan teliti.

3. Temukan di Internet Banking

Sekarang zamannya serba online. Ponsel pintar, netbook, atau gadget lain terhubung dengan internet. Perbankan pun telah menghadirkan layanan internet banking untuk mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi keuangan secara online, kapanpun dan di manapun. Bagi Anda yang lupa nomor rekening, Anda bisa mencari tahu lewat internet banking.

4 Fungsi Pembayaran Otomatis yang memudahkan Anda

kirim-uang
Kirim Uang

Seiring dengan berkembangnya zaman, masyarakat kini lebih memilih segala sesuatunya untuk bisa dilakukan dengan mudah dan praktis. Bahkan, sistem pembayaran pun sekarang dapat dilakukan dengan otomatis tanpa harus menyulitkan atau terganggu karena lupa.

Sehingga tidak heran jika otomatisasi menjadi salah satu alternatif yang membuat pembayaran tagihan-tagihan menjadi lebih mudah. Berikut ini adalah keuntungan pembayaran otomatis yang bisa Anda manfaatkan :

1. Memudahkan untuk Mencapai Tujuan Anda

Salah satu manfaat dari sistem pembayaran otomatis ini adalah memudahkan untuk mengikuti tujuan keuangan Anda. Kenyamanan dan kemudahan menjadi keunggulan tersendiri dalam sistem auto-pay ini.

Membayar tagihan-tagihan biasanya menjadi hal yang paling sering terlupakan oleh sebagian orang. Namun dengan adanya pembayaran otomatis, maka pembayaran tersebut dapat didebit otomatis pada tanggal tempo yang ditentukan.

Dan yang paling penting adalah sistem ini membantu Anda dalam memudahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adanya sistem auto-pay membuat pengeluaran utama dapat diprioritaskan terlebih dahulu. Anda bisa lebih konsisten merencanakan keuangan serta tanggungjawab.

2. Mengeliminasi Penggunaan Banyak Dokumen

Pembayaran otomatis tentunya akan membuat penggunaan dokumen-dokumen menjadi berkurang. Hal ini disebabkan tagihan-tagihan dalam bentuk surat yang berdatangan juga semakin berkurang.

Penggunaan sistem auto-pay tentunya akan lebih mempertimbangkan penggunaan kertas elektronik. Cara ini cukup efektif bagi Anda yang sibuk, sering bepergian dan sangat jarang di rumah. Sehingga Anda dapat memastikan semua tagihan terbayar melalui surat elektronik.

3. Dapat Menghemat Pengeluaran

Pembayaran secara otomatis juga dapat menghemat pengeluaran. Bagaimana bisa? Sebab cara ini akan membuat Anda tidak perlu repot-repot membeli perangko dan lainnya. Anda juga terhindar dari risiko keterlambatan yang mana dapat mengharuskan membayar berbagai denda-denda yang muncul.

4. Membantu Riwayat Kartu Kredit Tetap Baik

Riwayat kartu kredit baik adalah yang sehat. Hal ini dapat memberikan kontribusi terbesar pada point Anda di bank penerbit. Kondisi kartu kredit yang sehat adalah apabila Anda dapat membayar segala tagihan tepat waktu. Sehingga dengan adanya pembayaran otomatis ini akan memastikan Anda untuk tidak melewatkan tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.

4 Kekurangan Auto Debit yang harus diketahui

kirim-uang
Kirim Uang

Walaupun pembayaran otomatis dapat membuat hidup lebih mudah, tentu saja ada beberapa risiko yang juga perlu diperhatikan.

Bila tidak hati-hati, maka akan mudah timbul masalah. Sehingga tidak heran bila banyak pro kontra dengan sistem auto debit ini. Dengan auto debitmerchant berhak kirim uang tagihan tanpa minta persetujuan atau pemberitahuan lagi kepada Anda.

Dengan auto debit ini, berarti Anda membiarkan uang yang ada di rekening akan secara rutin terpotong setiap bulannya pada pembayaran-pembayaran yang Anda atur, mulai dari tagihan listrik, kartu kredit, layanan berlangganan dan lainnya.

Berikut ini adalah kekurangan pembayaran auto debit yang harus kamu ketahui :

1. Kurang Aktif dalam Mengatur Keuangan Anda Sendiri

Jika Anda adalah tipikal seseorang yang lebih memilih mengawasi langsung setiap pengeluaran yang telah dianggarkan, maka sistem pembayaran otomatis ini mungkin tidak terlalu cocok untuk Anda. Terlebih lagi bisa saja Anda akan mengabaikan kesalahan-kesalahan yang bisa saja terjadi dengan menggunakan pembayaran otomatis. Contohnya pembayaran yang dobel, pembayaran yang tak terjawab, dan pembayaran lainnya.

2. Terlalu Nyaman Melakukan Pembayaran dalam Jumlah Minimum

Membayar dengan menggunakan sistem auto pay akan membuat Anda terbiasa dan nyaman membayar tagihan dalam jumlah terkecil. Sebab pembayaran yang dilakukan dengan otomatis hanya dapat dilakukan dalam jumlah yang minimum.

Apalagi bila utang tersebut memiliki bunga yang cukup tinggi. Tentu akan membuat utang Anda tidak kunjung selesai, bahkan bisa semakin membengkak atau menumpuk karena terakumulasi.

3. Membayar Sesuatu Hal yang Sudah Tak Lagi Digunakan

Hal lainnya yang tidak terlalu menyenangkan dalam penggunaan sistem otomatis ini adalah bisa saja Anda membayar sesuatu yang sebenarnya sudah tidak Anda gunakan lagi. Sebab model pembayaran ini berada dalam jumah minimum. Tentu semua hal tersebut bisa dengan mudah menguras saldo rekening Anda.

4. Cukup Sulit Bila Ingin Mengubah ke Pembayaran Manual Lagi

Apabila di hari berikutnya Anda ingin mengubah cara pembayaran dari otomatis (auto debit) ke pembayaran manual, biasanya upaya untuk mengubah hal ini relatif lumayan sulit. Sehingga mau tidak mau seolah Anda harus terus menggunakan sistem auto-pay tersebut, meski tidak ingin lagi.

3 Tips Aman Transaksi Internet Banking

kirim-uang
Kirim Uang

Bagi Anda yang cukup sering melakukan transaksi secara online dan melakukan pembayaran melalui internet banking, Anda perlu mewaspadai kejahatan-kejahatan yang mungkin timbul.

Memang, layanan ini mempunyai beberapa risiko tertentu. Namun risiko tersebut juga berkaitan dengan metode perbankan lainnya seperti perilaku kita yang tidak paham cara menggunakannya dengan baik.

Lalu, apa saja yang harus diperhatikan untuk menghindari kejahatan yang mungkin timbul dari transaksi online ini? Berikut tips aman bertransaksi internet banking:

1. Ketik URL Internet Banking dengan Benar

Ketika menjelajahi dunia maya, sebagian besar orang menggunakan mesin pencari seperti Google, Yahoo, Bing, dan lain-lain untuk melakukan pencarian, termasuk saat bertransaksi internet banking.

Mesin pencari akan menampilkan hasil berdasarkan kata kunci pencarian Anda. Maka dari itu, ada kemungkinan Anda melakukan klik ke tautan situs yang salah. Biasanya situs semacam itu hampir mirip dengan laman lembaga keuangan yang dapat mencuri informasi keuangan Anda.

Lalu jangan mengklik link email untuk menuju ke situs banking  yang tidak dikenal karena biasanya itu adalah modus pencurian data Anda. Oleh karena itu, akan lebih aman untuk masuk dengan mengetikkan URL situs/laman bank Anda di bilah alamat browser Anda secara teliti dan benar.

2. Gunakan Keyboard Virtual

Anda mungkin pernah mendengar tentang ‘software pelacakan kata kunci’. Perangkat lunak tersebut dapat melacak semua penekanan tombol yang ada pada komputer.

Software itu dapat merekam semua penekanan tombol termasuk tombol fungsi khusus. Beberapa orang mungkin menyalahgunakan jenis perangkat lunak ini. Jika Anda telah menginstal perangkat lunak yang bajakan ke komputer Anda, maka ada banyak kemungkinan bahwa beberapa berbahaya untuk mencari kata kunci dan mencari rincian log in Anda.

Hal ini juga dapat direkomendasikan oleh bank yang menggunakan software berbasis keyboard (virtual keyboard) untuk proses log in.

3. Ganti Password Secara Berkala

Biasakan selalu mengganti kata sandi (password) internet banking Anda setiap 45-60 hari sekali. Buat kata sandi yang kuat dengan menggunakan kombinasi alfabetis (menurut abjad), numerik (angka) khusus sehingga makin sulit diretas.

Kata sandi Anda harus unik. Dan jangan gunakan password yang sama untuk situs web (website) lain dan sulit ditebak orang. Hindari menggunaan nama, tanggal lahir, nomor telepon, nomor registrasi kendaraan dan sebagainya untuk membuat password.

6 Mitos Investasi Ini Tidak Boleh Kamu Percaya

kirim-uang
Kirim Uang

Trend investasi sedang booming akhir-akhir ini. Bagi yang belum dan hanya tertarik, pasti sudah coba cari-cari informasinya di internet. Bagaimana cara melakukan investasi dan berapa keuntungan yang bisa didapatkan selama setahun atau sebulan. Beberapa mistos investasi dapat membuat Anda takut untuk memulainya. Padahal belum tentu mitos investasi itu benar. Lalu, apa saja mitos-mitos tersebut? Simak ulasan berikut.

1. Investasi sangat Berisiko

Banyak orang yang bilang bahwa investasi memiliki risiko yang sangat tinggi. Kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan berlimpah hanya isapan jempol belaka. Padahal, hal tersebut hanyalah mitos investasi. Risiko dalam investasi beragam sesuai dengan produknya. Investasi menggunakan asas high risk high taker. Semakin banyak keuntungannya, semakin besar risikonya.

Contohnya, jenis investasi dengan risiko tinggi adalah saham, tapi keuntungan yang ditawarkan juga besar. Sedangkan jika Anda mau aman dan risikonya rendah, cobalah jenis investasi reksadana. Namun keuntungan reksa dana tidak akan setinggi investasi saham.

2. Semua Uang akan Habis

Ada yang bilang kalau investasi, semua uang yang dimiliki bisa lenyap semuanya. Ini sama sekali tidak benar. Hal tersebut merupakan mitos investasi. Uang yang diinvestasikan tidak akan benar-benar habis, yang ada meningkat. Kecuali, apabila Anda menggunakan produk investasi bodong yang menipu. Maka dari itu, periksalah terlebih dulu produk investasi yang akan digunakan. Jangan sampai terjerumus ke investasi bodong.

3. Prosedur Investasi Terlalu Rumit

Sebelum memulai, mana mungkin tahu caranya. Mungkin kutipan tersebut cocok untuk membantah mitos investasi itu sangat sulit dan ribet dilakukan. Hal yang mungkin bisa Anda lakukan adalah dengan membuktikannya sendiri. Cobalah memulai investasi. Hal ini dikarenakan cara melakukan investasi tidak sesulit yang dipikirkan. Cobalah tanya orang yang sudah memulai investasi terlebih dahulu. Selain itu, sekarang banyak juga produk investasi yang bisa dilakukan secara online.

4. Terlalu Makan Banyak Waktu

Ada juga mitos investasi yang mengatakan akan memakan banyak waktu. Keuntungan investasi datang dalam waktu yang sangat lama. Hal ini bisa saja terjadi apabila Anda hanya menginvxestasikan sedikit dari uang. Misalnya, investasi hanya Rp100.000 dalam reksa dana. Untuk mendapatkan keuntungan hingga Rp1 juta tentunya memakan waktu yang sangat lama. Oleh sebab itu, banyaknya keuntungan juga ditentukan oleh banyaknya uang yang diinvestasikan. Makin banyak yang diinvestasikan, makin banyak keuntungannya. Jangan tertipu lagi dengan mitos investasi ini.

5 Alasan Investasi P2P Lending Cocok untuk Milenial

kirim-uang
Kirim Uang

Munculnya p2p lending menjadi sebuah tren positif di dalam dunia investasi. Bukan hanya menyasar kalangan investor besar saja, namun investasi ini justru banyak diminati oleh kaum milenial. Perkembangan fintech-nya di indonesia pun terlihat mengagumkan.

Berbagai pertimbangan tentu menjadi dasar mengapa p2p lending dianggap efektif dan cocok menjadi pilihan investasi milenial. Selain sistemnya yang lebih mudah dan modern, ada alasan lainnya yang perlu diketahui, di antaranya:

1. Menawarkan Risiko yang Rendah

Resiko yang dimiliki pada suatu investasi tentu menjadi pertimbangan penting saat memilih instrumen investasi. Mengingat hal ini akan berhubungan langsung dengan potensi keuntungan yang bisa diraih. Semakin tinggi potensi keuntungannya, maka risiko investasi juga biasanya ikut semakin besar.

Namun risikonya bisa diminimalisir dengan sedemikian rupa oleh perusahaan. Pada umumnya risiko yang dihadapi investor adalah kondisi default, di mana peminjam tidak bisa mengembalikan lagi dana pinjamannya.

2. Pilihan Diversifikasi Investasi

Setiap instrumen investasi tentunya akan memiliki risiko tersendiri di dalamnya. Sebagai investor, Anda juga wajib mengelola berbagai risiko ini dengan baik. Selain itu, diversifikasi juga sangat dibutuhkan saat akan berinvestasi. Supaya berbagai risiko tersebut bisa dibagi.

Hal ini akan membuat dana investasi Anda jauh lebih aman, sebab tidak hanya menempatkannya di dalam satu jenis investasi saja. Jika melihat potensi keuntungannya, p2p lending akan menjadi pilihan investasi yang cocok bagi Anda untuk melakukan diversifikasi.

3. Tingkat Pengembalian Tinggi

Tujuan investasi tentu untuk mendapatkan sejumlah keuntungan, hal yang sama juga berlaku pada p2p lending. Jika bank hanya menawarkan tingkat pengembalian sekitar 6%-8% per tahun saja di dalam produk investasi yang mereka tawarkan, maka investasi jenis ini jauh lebih berani di atasnya.

Produk investasi ini menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi, yakni sekitar 15%-20% per tahunnya, tergantung pada perusahaan yang dipilih. Dengan tingkat pengembalian setinggi itu, jelas investasi ini akan sangat menarik, terutama bagi milenial yang pada dasarnya lebih berani mengambil risiko dan juga potensi keuntungan yang lebih tinggi.

7 Tips Hidup Hemat untuk Cegah Pemborosan

kirim-uang
Kirim Uang

Hidup hemat dapat terwujud jika Anda mampu mengelola keuangan dengan baik. Mulai melalui mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti membuat anggaran belanja bulanan. Agar semakin terbantu, terapkan beberapa tips mewujudkan hidup hemat berikut agar pasak tidak lebih besar daripada tiang.

1. Belajar Memasak Makanan Sendiri

Cobalah untuk membiasakan diri bangun lebih pagi agar Anda dapat menyiapkan bekal makanan dari rumah. Sebab harga sebungkus nasi dan lauk di kantin atau warung dekat kantor lumayan menguras isi dompet. Misalnya, untuk satu kali makan, Anda harus merelakan uang sebesar Rp15.000 – Rp20.000 per hari. Dalam satu bulan, jumlahnya sudah mencapai ¼ dari gaji bulanan Anda. Memasak sendiri akan membuat anda hidup hemat.

2. Berani Menolak Ajakan Teman

Suka hangout bersama teman? Kebiasaan ini harus secepat mungkin diubah ya agar isi dompetmu tidak cepat habis. Meskipun harga menu makanan yang ditawarkan terjangkau, jumlah uang yang dihabiskan cukup lumayan, apalagi jika Anda terlalu sering hangout. Ajakan untuk hangout sebaiknya ditolak agar pengeluaranmu tetap terkontrol.

3. Bepergian dengan Angkutan Umum

Bepergian dengan kendaraan pribadi tentu lebih menguntungkan jika dibandingkan dengan angkutan umum. Selain lebih cepat, suasana berkendara juga lebih nyaman. Namun, biaya perawatan kendaraan pribadi cukup mahal. Agar mesinnya tidak cepat rusak, Anda perlu memberi servis berkala yang meliputi penggantian spare parts atau mengganti oli.

4. Memanfaatkan Fasilitas Gratis

Manfaatkan fasilitas gratis yang ada di sekitar area tempat tinggalmu, baik area parkir, wi-fi, atau perpustakaan gratis. Jangan ragu untuk mengaktifkan kartu keanggotaan demi mendapatkan akses ke fasilitas gratis. Pada awalnya, Anda perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya pendaftaran. Setelah itu, Anda dapat menggunakan fasilitas tersebut sepuasnya.

5. Sharing Tempat Tinggal

Biaya sewa kos-kosan, kontrakan, atau apartemen di kota besar, seperti Jakarta atau Bandung lumayan mahal. Sewa satu kamar petakan saja biayanya bisa mencapai jutaan rupiah per bulan. Agar gaji bulanan tidak habis untuk membayar uang sewa, Anda bisa tinggal sekamar atau serumah dengan teman. Biaya sewa per bulan dapat dibagi menjadi dua agar masing-masing orang membayar lebih murah.

Tinggal bersama teman tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk itu, pilih teman sekamar atau serumah yang sudah lama Anda kenal untuk menghindari adanya rasa sungkan antara satu dengan yang lain.