4 Tips Mengelola Uang di Dompet Digital

uang-digital
Uang Digital

Semakin banyak masyarakat yang menggunakan uang digital untuk melakukan berbagai jenis transaksi. Hal ini karena uang digital lebih praktis dan bisa menyelesaikan urusan transaksi dengan cepat.

Tetapi, penggunaan dompet digital bisa membuat Anda justru menjadi lebih boros bila Anda tak mampu menahan godaan tawaran promosi barang konsumtif yang membuat dompet jebol. Diperlukan trik tertentu untuk mengelola uang lebih baik. Berikut ini adalah tips mengelola uang yang bisa kamu terapkan.

Memahami Kebutuhan

Sebelum memilih menggunakan electronic money, Anda mesti memahami terlebih dahulu kebutuhannya untuk apa. Setelah mengetahui jawabannya, Anda tinggal menghitung pengeluaran bulanan yang akan dibayar lewat saldo uang digital anda. Dengan memahami kebutuhan, Anda jadi bisa berhitung besaran uang yang harus dimasukkan ke saldo anda setiap menerima gaji bulanan supaya kamu bisa mengelola uang lebih baik.

Membatasi Saldo

Isilah saldo sesuai dengan ongkos harian. Misalnya, biaya perjalanan Anda hanya Rp 15 ribu per hari. Anda bisa membatasi saldo sebesar Rp 150 ribu untuk 10 hari ke depan.

Anda bisa menambahkan saldo sebesar 10-15% dari kebutuhan sebenarnya untuk megantisipasi kebutuhan mendadak. Pembatasan jumlah saldo akan membantu mengelola uang Anda dari keinginan konsumtif seperti berbelanja barang tidak perlu.

Memanfaatkan Promo

Anda boleh memanfaatkan promo yang ditawarkan penyedia layanan dompet digital untuk mengelola uang anda. Kalau Anda dan teman sekantor ingin makan siang di luar sekali waktu, pilihlah restoran yang bekerja sama dengan penyelenggara dompet digital sehingga terdapat potongan harga. Anda juga bisa memanfaatkan penawaran lain seperti membeli barang dengan poin-poin yang sudah dikumpulkan dari transaksi sebelumnya.

Tetapi, alangkah baiknya jika penawaran diskon dari uang elektronik juga dimanfaatkan untuk hal yang lebih produktif. Salah satunya dengan menggunakan promo untuk makan siang di restoran bersama klien.

Memonitor Saldo

Fintech tertentu menawarkan fitur untuk melacak transaksi, monitor pembayaran, sampai menemukan pengeluaran uang yang tidak tepat. Dengan fitur ini, Anda bisa melihat dan mengevaluasi pengeluaran selama sebulan. Hasil evaluasi tersebut bisa menjadi dasar untuk memperbaiki rencana keuangan di bulan berikutnya. Siapa tahu, ternyata Anda harus mengurangi jumlah saldo anda di waktu selanjutnya.

3 Manfaat Uang Elektronik yang Mungkin Belum Kamu Ketahui

Bank Indonesia menyebutkan transaksi nontunai meningkat sebesar 24% pada tahun 2018 lalu. Tren positif tersebut disambut baik oleh pelaku industri untuk terus menggencarkan penggunaan layanan digital melalui cara yang lebih unik, mulai dari promosi hingga kolaborasi dengan sektor lain. Pada artikel kali ini dirangkum manfaat uang digital yang bisa didapat dan mungkin belum kamu ketahui.

1. Kemudahan

Kemudahan menjadi kelebihan utama uang non-tunai. Dengan menggunakan uang digital, Anda tidak perlu lagi membawa dompet yang tebal  dan penuh uang tunai, kartu debit/kredit, atau mengantre untuk melakukan tarik tunai di ATM. Selain itu, uang elektronik juga lebih aman dan lebih mudah dibawa saat bepergian.

Dalam keadaan darurat, menggunakan uang elektronik dapat memudahkan Anda. Contoh, ketika harus membayar belanjaan online tetapi tidak bisa membayar secara langsung karena sedang berhalangan, Anda bisa menggunakan alternatif seperti OneKlik milik BCA, OVO, dan sebagainya. Tak heran, kemudahan menjadi manfaat uang non-tunai paling dicari.

2. Promosi

Berbagai promosi yang ditawarkan oleh layanan pembayaran digital akan menguntungkan pengguna. Penawaran seperti cashback atau diskon menjadi salah satu hal yang menarik pengguna untuk menggunakan layanan tersebut.

Berdasarkan riset Oktober 2018 lalu, sebanyak 65% responden menggunakan transaksi ini ketika ada program promosi. Sementara, responden lain akan memakai layanan pembayaran digital bila: tidak membawa uang tunai ataupun kartu kredit/debit (60,2%), hampir setiap waktu (42,7%), dan merasa transaksi nontunai lebih baik daripada tunai (24,5%).

Penawaran pada program seperti Pay Day dari Go-Pay dapat dirasakan dan menjadi salah satu manfaat uang digital yang paling menguntungkan.

3. Terdapat Histori Transaksi

Dilansir dari Economy Times, CEO Outlook Asia Capital Manoj Nangpal berpendapat, bila semua transaksi dicatat maka Anda dapat melihat kembali pengeluaran anda secara berkala, minimal satu hari sekali.

“Jika semua transaksi dicatat, akan sangat mudah bagi orang untuk melacak pengeluaran mereka. Ini juga akan membantu saat mengajukan pengembalian pajak penghasilan dan jika dicermati, orang akan mudah menjelaskan pengeluaran mereka,” kata Manoj Nangpal.

Hampir semua layanan e-money memberikan histori transaksi pada aplikasinya. Mulai dari Go-Pay, Ayopop, T-Cash, dan lain sebagainya. Manfaat uang non-tunai yang satu ini sangat berguna untuk mengetahui detail pengeluaran kita.

5 Mata Uang Elektronik yang Bisa Digunakan untuk Investasi

Sejak pertama kali muncul, cryptocurrency mata uang elektronik kian digemari sebagai salah satu instrumen investasi.

Bitcoin memang masih menjadi uang elektronik dengan nilai paling fantastis. Namun, selain itu masih ada berbagai alternatif lain yang bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi.

1. Ethereum (ETH)

Ethereum merupakan uang elektronik paling populer setelah Bitcoin. Muncul pertama kali pada tahun 2015 lalu, nilai tukarnya selama 18 bulan pertama hanya sekitar USD 10. Namun, nilai ETH pada awal 2018 berhasil melonjak hingga USD 1.389 atau sekitar Rp 19,4 juta. Saat ini, ETH berada dijual sekitar USD 531

2. Ripple (RXP)

Awalnya, Ripple digunakan secara tertutup untuk transaksi internal di Ripple Network. Namun, Ripple akhirnya go public pada tahun 2013 untuk digunakan sebagai alat tukar dan pembayaran yang lebih luas.

Saat artikel ini ditulis, kapitalisasi pasar RXP menyentuh 59 miliar USD atau sekitar Rp 823,8 triliun. Membeli Ripple tidak semudah Bitcoin dan yang lainnya, karena Ripple tidak tersedia di bursa perdagangan Coinbase. Harga Ripple sekarang ini berada di angka USD 0,5, masih cukup murah bila anda mau beli.

3. Litecoin (LTC)

Litecoin dikembangkan oleh bekas karyawan Google, Charles Lee dan mulai melantai di bursa cryptocurrency tahun 2011. Bila dibandingkan Bitcoin, Litecoin punya waktu transfer yang lebih cepat dan menjadi uang elektronik pertama yang menggunakan sistem keamanan scrypt.

Di awal tahun 2018, kapitalisasi pasar Litecoin berhasil menyentuh USD 14 miliar (Rp 182 triliun), sedangkan di bulan Mei bernilai 6 miliar usd. Sementara, 1 LTC saat ini bernilai di sekitar USD 107.

4. DASH

DASH diciptakan dengan basis software Bitcoin, merupakan pengembangan dari Bitcoin itu sendiri. Namun, cryptocurrency ini diklaim lebih baik dari segi kecepatan transaksi dan anonimitas dibanding dengan bitcoin.

DASH sangat diharapkan bakal menjadi mata uang paling user-friendly dan on-chain-scalable dibandingkan cryptocurrency lainnya. Saat ini, harga 1 DASH mencapai  USD 271 dengan nilai kapitalisasi pasar hingga USD 2,2 miliar (setara Rp 30 triliun).

Mata uang kripto memang belum diakui sebagai alat tukar yang sah di Indonesia. Namun, kamu tetap dapat memanfaatkannya sebagai instrumen investasi yang bisa anda coba.

5 Tips Cerdas Memakai E-Money

uang-digital
Uang Digital

Kehadiran E-Money memang memudahkan kehidupan kita. Pasalnya, pembayaran yang dulu mengharuskan dengan uang tunai, kini bisa digantikan dengan memakai e-money. Namun, ada beberapa tips cerdas yang harus anda terapkan. Berikut pembahasannya.

1. Pilih E-Money Sesuai dengan Kebutuhan

Sesuaikan pilihan e-money dengan kebutuhan sehari-hari anda. Sekarang sudah ada e-money versi untuk kereta, belanja di mini mart, pintu tol, dan fungsi lainnya. Lalu muncul pertanyaan, apakah lebih baik memiliki satu kartu untuk semuanya atau dibagi saja? Anda harus melihat dulu apakah kamu sering datang dan berulang kali melakukan transaksi di merchant tersebut? Misalnya anda sering naik commuter line dan melewati jalan tol, maka kamu perlu e-money supaya lebih efisien dan tidak lama antri. Tapi sebaliknya jika dalam setahun hanya hitungan jari, penggunaan e-money jadi sangat kurang terpakai.

2. Pakai Debit untuk Transaksi Besar

Jangan semua transaksi kamu lakukan memakai E-Money. Kalau kamu mau melakukan transaksi dengan nominal yang cukup besar, usahakan untuk menggunakan kartu debit yang pasti memiliki saldo yang lebih banyak. Penggunaan kartu debit untuk transaksi bernilai besar juga relatif lebih aman lho karena akunmu tercatat di perbankan dan ada nomor identitas pribadi atau PIN.

3. Pakai E-Money dari Perbankan Resmi

Pilihlah e-money yang dikeluarkan oleh perbankan yang resmi dan jangkauan wilayahnya cukup luas. Memakai E-Money dari bank resmi akan memudahkan anda jika berpergian ke wilayah pelosok atau daerah yang jauh dari asalmu.

4. Perhatikan Biaya Tambahan

Seringkali masyarakat tidak memperhatikan adanya biaya tambahan atau extra charge dan administrasi setiap melakukan transaksi, biaya bulanan, atau potongan tiap isi ulang. Anda harus jeli setiap pembuatan awal dan update dengan informasi berkaitan syarat & ketentuan memakai e-money tersebut.

Jangan sampai uang yang ada dalam e-money anda justru habis termakan biaya bunga atau administrasi yang tidak kamu ketahui sebelumnya.

5. Rawat Kartu

Satu keping kartu e-money sama saja dengan uang tunai di dompet. Kehilangan E-Money sama seperti kehilangan uang tunai yang ada di dompet. Begitu juga jika chip di kartu rusak, jadi jangan “jorok” dan rawat baik-baik kartumu!

Ribet Bawa Uang Cash ? Coba Berbagai Macam Uang Elektronik Ini !

uang-digital
Uang Digital

Banyak anak muda yang mulai berpindah dari uang tunai menjadi non tunai. Selain praktis, menggunakan uang elektronik saat bertransaksi dinilai lebih cepat dibanding uang cash. Macam uang digital juga begitu banyak dengan berbagai keuntungannya masing-masing.

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi menggunakan uang elektronik sampai kuartal I-2018 tumbuh hingga 361 persen secara tahunan. Adapun transaksinya mencapai Rp 4 triliun.

Kamu sendiri udah termasuk cashless society belum nih ? Kalau belum, coba kenalan lebih dekat dengan berbagai macam uang non tunai di Indonesia berikut ini.

1. Go-Pay

Fitur Go-Pay membawa Gojek berubah menjadi financial technology alias fintech. Sebagai alat pembayaran, Go-Pay bahkan telah dapat digunakan sebagai e-cash yang terpisah dari ekosistem Gojek.

Go-Pay sudah bisa dipakai untuk berbelanja online di beberapa e-commerce, beli pulsa, hingga bayar tagihan listrik. Di Tahun 2018, Go-Pay bahkan bisa digunakan untuk transaksi offline melalui scan barcode.

Kelebihan lainnya dari Go-Pay adalah cara top up-nya yang mudah dan beragam. Bisa melalui ATM, melalui driver Go-Jek, hingga melalui kasir Alfamart. Dengan berbagai keuntungan yang ditawarkan, Go-Pay jadi macam uang non-tunai yang wajib kamu coba !

2. E-Money Mandiri

Mandiri e-Money berbentuk kartu fisik berbasis chip. Calon pengguna bisa membeli kartu perdananya di kantor Cabang Bank Mandiri atau merchant retail offline seperti Indomaret, Alfamart, Halte transjakarta, Stasiun KRL, dan sebagainya.

Kartu ini sering digunakan buat pembayaran transportasi seperti KRL, Transjakarta, sampai bayar tol. Selain itu, kartu ini juga bisa digunakan untuk bayar parkir, belanja di toko ritel (Indomaret dan Alfa Group), hingga pembayaran di wahana hiburan atau restoran berlogo e-money.

Isi ulang dapat dilakukan di ATM Mandiri bertanda e-money, melalui aplikasi e-money, ataupun berbagai merchant yang bekerjasama.

Sayang, e-money cukup mahal disbanding macam uang digital lainnya. Satu kartu dapat dibeli dengan harga Rp 20-30 ribu belum termasuk saldo. Selain itu, jika kartu rusak atau hilang, kamu bisa kehilangan semua saldo yang tersisa.

3. T-Cash

T-Cash adalah layanan uang digital dari Telkomsel. Oleh sebab itu, hanya pengguna Telkomsel yang bisa menikmati layanan ini. T-Cash dapat digunakan untuk pembayaran di beberapa merchant tertentu, beli pulsa, belanja online, sampai kirim uang tanpa rekening bank. Untuk top up saldo, caranya tidak jauh beda dengan uang non tunai lainnya, yaitu melalui GraPARI, Indomaret, Alfamart, dan transfer bank.

3 Keuntungan Uang Digital yang Disukai Millenial

Beberapa waktu yang lalu, saya mendengar sepenggal percakapan anak muda yang sedang mengantre di bioskop. Tampaknya mereka seusia sekolah menengah pertama. Salah satu dari mereka bilang, “Pake T-Cash gue aja, lagi ada promo buy 1 get 1 nih”. Menarik, anak zaman sekarang semakin akrab dengan konsep uang ini.

Pada umumnya mereka menggunakan uang non-tunai berkat iming-iming diskon dan potongan harga yang disajikan para penyedia e-Money. Tapi ke depannya, bukan tidak mungkin mereka akan tetap menggunakannya meskipun tanpa iming-iming potongan harga.

Uang berbasis elektronik sendiri dibagi menjadi dua, e-Wallet dan e-Money. Perbedaannya terletak pada bentuknya. E-Wallet adalah uang elektronik berbasis aplikasi atau server based contohnya T-Cash, Sakuku, Go-Pay, dan lainnya. Sedangkan e-Money merupakan uang elektronik yang berbasis kartu contohnya e-Money Mandiri, Flazz BCA, BRIZZI dari BRI dan lainnya. Sebenarnya, apa aja sih keuntungan uang elektronik dibandingkan uang fisik?

1. Ga Perlu Takut Dicopet

Untuk e-Money card based, risiko kecopetannya memang masih ada karena sifatnya yang benar-benar pengganti uang tunai. Uang kita seolah berada di dalam kartu. Tak ada PIN keamanan dan siapa pun bisa menggunakannya. Berbeda dengan e-Wallet yang lebih canggih. Uang kita disimpan di dalam server yang lebih aman berkat adanya fitur authorization pengguna berupa password atau pin. Seperti yang kita tahupada umumnya, copet lebih menyukai uang cash, bila mereka nyopet dompet Kamu, dan isinya hanya kartu-kartu, dijamin deh dia mengurungkan niatnya, syukur-syukur bisa balikin dompetnya ke Kamu. Keamanan ini menjadi salah satu keuntungan uang non-tunai yang paling bermanfaat.

2. Pembayaran Lebih Praktis

Dengan uang non-tunai, tidak ada lagi yang namanya menghitung uang secara manual. Cukup cek saldo kamu secara digital. Bila saldo kamu mencukupi, tak perlu waktu lama dan bertele-tele, transaksi Kamu sudah bisa dilakukan. Tinggal tap, tinggal swipe, atau yang lebih canggih, tinggal Scan! Kepraktisan ini menjadi keuntungan uang non-tunai yang dimanfaatkan banyak orang

3. Ga Perlu Ribet Kembalian

Seringkali kita memang dirumitkan sama urusan receh seperti ini. Apa lagi bila kita baru saja mengambil uang di ATM yang umumnya hanya ada pecahan Rp50 ribuan atau Rp100 ribuan dan kita ingin bayar parkir mal yang biasanya di bawah Rp10.000. Fenomena “gak ada kembalian” pun seringkali dihadapi. Salah satu keuntungan uang berbasis digital kalian tinggal tap atau gesek, saldo otomatis terpotong sesuai dengan nominal pembayaran dan tidak ada proses pertukaran uang tunai yang biasanya memakan waktu lebih lama.

3 Kekurangan Uang Elektronik yang Wajib Kamu Waspadai

uang-digital
Uang Digital

Perkembangan uang digital bisa dibilang cukup pesat dan digemari oleh banyak millennials. Selain lebih praktis, terdapat pula berbagai promo menarik yang ditawarkan. Namun, kita harus berhati-hati terhadap kekurangan uang digital yang bisa saja cukup merugikan. Penasaran ? Berikut ulasannya !

Terbatas

Kekurangan uang non-tunai yang pertama adalah terbatas. Terbatas yang dimaksud untuk uang elektonik ini terkait jumlah maksimal transaksi per hari yang bisa dilakukan, atau pun limit dari kartu kredit yang kamu gunakan ya. Batasan yang berlaku biasanya berbeda-beda, tergantung vendor yang digunakan. Bisa jadi tujuh juta rupiah per transaksi, dan maksimal lima puluh juta rupiah per harinya. Atau juga ketentuan limit kartu kredit, seperti sepuluh juta, lima puluh juta, dan seterusnya,yang biasanya ditentukan di awal pembuatannya.

Risiko Diretas

Nah, terkait dengan akses pin atau pun password uang elektronik, nyatanya akun kita pun masih bisa saja diretas, atau di hack oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dengan website tiruan agar ia bisa mendapatkan username dan password kita. Atau juga melalui kamera pengintai pada saat kita berada di ATM atau tempat umum lainnya. Maka dari itu, sebisa mungkin berhati-hati dan jaga akses kita ya, agar kerugian uang non-tunai ini tidak berdampak buruk bagi kita.

Kebutuhan akses internet

Penggunaan produk fintech tak terlepas dari kebutuhan internet sebagai pendukung utamanya ya. Mengakses website, aplikasi, sampai pada saat melakukan transaksi sekalipun, “diwajibkan” ada internet. Menggunakan kartu debit atau pun kredit juga sama. Pernah mengalami kegagalan transaksi, atau mesin yang terus menunjukkan tulisan “connecting” pada saat bertransaksi menggunaan uang non-tunai? Hal itu tentu mengganggu proses transaksi dan menjadi kekurangan uang elektronik yang cukup merugikan.

Bagaimana pun juga, produk fintech akan terus berkembang untuk membuat kehidupan sehari-hari kita lebih mudah dan praktis. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, baiknya kita harus jadi pengguna yang lebih bijak. Perhatikan juga dengan seksama, semua hal terkait peraturan uang digital yang kita gunakan. Misalnya saja kartu kredit, perhatikan bunga, jatuh tempo, serta pinalti keterlambatan sesuai ketentuan yang berlaku.